Musisi Indonesia yang Go Internasional

Daftar band yang terkenal hingga benua lain
“Prestasi membanggakan para musisi Indonesia.”
Band-band ini berhasil menembus pasar dunia.

Setiap band atau musisi memiliki tujuan yang berbeda dalam kariernya. Namun kesuksesan hingga dikenal secara luas di banyak negara bisa disebut sebagai jackpot dalam karir bermusik. Jangan remehkan Indonesia, karena negara kita ini memiliki banyak musisi dan band berbakat yang bahkan sudah terkenal luas sampai benua lain. Berikut daftarnya:

Superman Is Dead

SID adalah ikon punk rock Bali dan Indonesia.

Sumber: ciplux-rock.blogspot.com

Memiliki jutaan fans, pionir punk rock asal Bali ini terbentuk pada tahun 1995 dengan personil Booby Kool (guitars, vocal), Eka Rock (bass, vocal) dan Jerinx (drums), mereka merilis album independen pertama berjudul Case 15 dua tahun kemudian. Sejak 2002, band ini sudah aktif di beberapa live show seperti menjadi opening act untuk Hoobastank dan NOFX di Hard Rock. Setelah mengawali karier dengan sukses di pulau sendiri, SID kemudian bergabung dengan major label Sony Music Indonesia, dan mengeluarkan album Kuta Rock City yang langsung booming pada 2003. Di tahun yang sama, trio ini mendapatkan beberapa penghargaan termasuk menjadi Most Favourite New Artist di MTV Awards.

Karier mereka melambung ketika pada 2007 SID menggelar gig di delapan kota di Australia selama 33 hari. Mereka benar-benar diakui oleh para musisi punk rock dunia ketika ikut dalam rombongan festival punk rock terbesar di dunia bernama Vans Warped Tour. Tur itu dilanjutkan dengan konser From Bali With Rock yang mereka adakan di beberapa kota di Amerika Serikat.

White Shoes and The Couple Company

WSATCC digemari banyak orang di Eropa.

Sumber: ciplux-rock.blogspot.com

Mengusung musik classic jazz, pop dan acoustic ballads, White Shoes and The Couple Company atau WSATCC terbentuk tahun dengan personil Aprilia Apsari, Saleh, Yusmario Farabi, John Navid, Ricky Virgana dan Aprimela Prawidiyanti pada 2002. Album perdana mereka berjudul White Shoes and The Couple Company dirilis pada 2005 oleh Aksara Record. Album debut ini sukses, hingga membuat label Minty Fresh asal Chicago, Amerika Serikat tertarik untuk memasarkan album mereka di beberapa negara di berbagai benua.

Aksara Record kemudian memberikan lisensi album perdana WSATCC pada Minty Fresh yang memasarkan album ini di Amerika Serikat, Meksiko, Kanada, Australia dan Jepang. Hebatnya beberapa band terkenal seperti The Cardigans juga dinaungi oleh Minty Fresh. Band ini digemari banyak fans hingga ke Eropa, sehingga pada 2012 lalu mereka mengadakan tur Eropa di kota-kota besar seperti Prancis dan Belanda.

The S.I.G.I.T

The S.I.G.I.T berjuang dari bawah untuk dikenal dunia.

Sumber: sheakasheak.deviantart.com

Disebut-sebut sebagai Wolfmother dari Indonesia, band beraliran garage rock yang berbasis di Bandung ini mulai mengaum sejak 1994. Memakai nama The Super Insurgent Group of Intemperance Talent atau lebih dikenal dengan The SIGIT, mereka merilis mini album perdana bernama Self-Titled yang langsung menjadi hits di banyak radio. Band yang tidak suka dikategorikan genre-nya ini beberapa kali berganti label. Sampai akhirnya di 2007, label Caveman asal Australia merekrut The SIGIT dan merilis album Visible Idea of Perfection dan langsung muncul di publik Australia sebagai pembuka band rock Dallas Crane.

Dalam sekejap, band yang beraggotakan Aditya Bagja, Donar Armando, Farri Icksan, dan Rektivianto ini terkenal di negara kangguru tersebut. Puncak karier mereka terjadi pada 2009 ketika mereka tampil di acara bergengsi SXSW di Austin Texas, Amerika Serikat. Di tahun yang sama, mereka mengadakan tur di California dan Hongkong.

Gugun Blues Shelter

Gugun Blues Shelter melakukan perjuangan keras demi bisa sepanggung dengan Bon Jovi.

Sumber: latitudes.nu

Raungan gitar ala blues menjadi ciri khas trio yang terbentuk pada 2004 ini. Beranggotakan Gugun pada gitar, Jono yang membetot bass dan pemukul drum Bowie, mereka memulai karir dengan bermain di beberapa bar blues di Jakarta dan tampil di beberapa festival music jazz. Awalnya mereka memakai nama The Blues Bug. Namun di AS dan Eropa, mereka dikenal dengan nama Gugun Power Trio karena sebuah band asal Yunani ternyata telah memakai nama Blues Bug selama puluhan tahun.

Album kedua mereka yang berjudul Turn It On dicap sebagai Best Indonesian Album of 2007 oleh Rolling Stone Indonesia, dan Gugun sendiri menjadi gitaris terbaik Asia Tenggara yang dianugerahi oleh MTV Trax Magazine. Fans Gugun Blues Shelter atau GBS terbukti sangat banyak, ketika mereka terpilih dalam voting online sebagai band yang tampil di Hard Rock Calling dalam rangka perayaan ulang tahun Hard Rock ke 40 pada tahun 2011. Pada event bergengsi tersebut, GBS akan tampil satu panggung dengan musisi kelas dunia seperti Bon Jovi, Rod Stewart dan band The Killers.

G-Pluck

Bermain di Liverpool adalah impian setiap band cover The Beatles.

Sumber: flickr.com

Salah satu band terbesar di dunia bernama The Beatles benar-benar mengilhami terbentuknya band yang satu ini. Awan Garnida, Adnan Sigit, Wawan HID, Beni Pratama memang berniat untuk menghidupkan kembali music The Beatles dengan membuat band cover The Beatles bernama G-Pluck (baca: Jiplak). G-Pluck adalah band berkelas, dengan busana, gaya rambut dan live performance yang mirip The Beatles. Bahkan Awan Garnida sendiri rela merubah gaya permainnya dengan memakai tangan tangan kiri dan menggunakan bass Hofner agar keaslian Paul McCartney tidak hilang.

Kerja keras mereka berbuah manis ketika akhirnya mereka terpilih dalam acara International Beatles Week Festival  tahun 2008 di Liverpool, Inggris. Pada acara bergengsi yang diadakan di Cavern Club ini, mereka adalah salah satu dari dua band yang mewakili benua Asia. Band lain yang tampil adalah band asal Jepang.

Sumber : http://www.talkmen.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s